apa ada sesuatu diotakmu ..???
Tampilkan postingan dengan label propaganda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label propaganda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2011

Metode Usang Para Pembawa Misi ... Yang Selalu Berbohong




Umat Islam di Indonesia selalu saja mendapat cobaan yang nyata maupun samara-samar dari umat Kristen. Mulai dari kasus Doulos, penistaan Al Quran di Jawa Timur hingga penyusupan Stevanus Armansyah yang terbongkar di Samarinda. Umat Islam di Indonesia sudah cukup sabar dan toleransi terhadap tindak-tanduk umat Kristen mulai dari zaman kemerdekaan. Sebut saja perang keemrdekaan Indonesia yang hampir 95% mayoritas yang maju ke medan perang merupakan umat Islam. Toleransi yang tak kalah pentingnya adalah ketika Piagam Jakarta di buat, uamt Islam mengalah karena umat Kristen bagian Timur menolaknya. Dengan mengedepankan toleransi sekali lagi umat islam mengalah. Seiring berputarnya waktu penghujatan terhadap umat Islam kian hari makin mengkhawatirkan.

Vcd penistaan agama di Jawa Timur, penyusupan oleh Stevanus Armansyah di Samarinda, serta berbagai usaha Kristenisasi terhadap umat islam yang tak dapat disangkal lagi data dan faktanya kian hari membuat gaduh suasana toleransi antar umat beragama. Dahulu Indonesia dikejutkan dengan penerbitan buku “Islamic Invasion” oleh salah satu penerbit Kristen pimpinan Suradi Ben Avraham yang tak urung meyakiti hati umat Islam. Tak dengan buku, umat Islam kembali dihujat di Forum Diskusi bebas Partai Damai Sejahtera yang dengan kasar mencaci maki agama Islam. Penghujatan terhadap Islam di dunia maya sudah kian mengkhawatirkan, mulain dari website Fatihfreedom yang di boncengi para penginjil terselubung, hingga website SABDA pun ikut-ikutan menerapkan metode penginjilan ini.

Kali ini website SABDA menggunakan judul “penggunaan_alquran.doc” yang tersedia pada halaman website resmi mereka di www.sabda.org/lead/_doc yang dapat di buka oleh siaap saja. Sangat disayangkan SABDA sebagai penyebar alkitab elektronik juga latah menghujat Islam menggunakan Al Quran. Di dalam tulisannya pada artikel itu, judul artikel setelah di download adalah “Penggunaan Al Quran dalam Pelayanan”. Jelas sekali kelihatan disini bahwa mereka berusaha menginjili umat isla menggunakan mutilasi ayat seperti halnya Suradi Ben Abraham, Jansen Litik, A. Poernama Winangun serta Abd. Yadi yang sampai saat ini takut untuk berhadapan face to face karena malu untuk kalah argument di depan public. Denga penuh percaya diri, tulisan tersebut dimulai dengan sebuah catatan:

“Kalau seseorang tidak langsung menerima ide-ide di bawah ini, jangan putus asa. Mereka harus mendengarkan hal ini berulang kali dan membiasakan diri dengan konsep ini sebelum mereka akan menerimanya.”

Dengan bahasa yang tendesius ini merka dengan percaya diri mengklaim bahwa jika dapat menggunakan metode ini dengan baik, maka umat islam pasti bisa menjadi Kristen. Klaim kacangan yang di bangun oleh umat Kristen yang awam Islamologi ini sepert biasa menggunakan argument terbitan Nehemia Centre yang pemimipinnya lari keluar negeri, kita simak argument mereka berikut ini:

Al-Masih adalah Allah

Bertanyalah, “Siapakah yang mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat?” Mereka pasti menjawab, “Allah.” Kemudian bacalah Sura 67:26 dengan mereka.

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.’”

Lihat lagi Sura 43:85
“Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

Dan juga Sura 41:47
“Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat [1336]…”
[1336] Maksudnya: Hanya Allah-lah yang mengetahui kapan datangnya hari Kiamat itu.
Tanya lagi. “Siapa yang mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat itu?” Sekali lagi mereka akan mengatakan, “Allah.” Terus bacalah Sura 43:61

“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”

Karena Al-Masih juga mengetahui tentang hari kiamat, maka dengan demikian Al-Masih pasti adalah Allah!


Kita tentu geli mengapa umat Kristen mengatakan bahwa Isa al Masih merupakan Allah karena berdasarkan Al Quran. Dengan tegas Al Quran mengatakan bahwa:

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:  
"Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", Padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Q.S. Al Maidah: 72).

Bagaimaan mungkin umat islam dapat mengatakan bahwa Isa Al Masih adalah Allah padahal ajaran Al Quran bahwa adalah kafir yang mengatakan Isa Al Masih adalah Allah. mereka berargumen bahwa Isa adalah Allah karena yang mengetahui kiamat adalah Allah dan Isa mengetahui tentang kiamat. Argument mereka pada surat berikut ini:

Dan Sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus. (Q.S. Az Zukhruf 61).

Dari zamannya Hamran Ambrie hingga saat ini ternyata argument yang dipakai ya argument yang itu-itu saja. Argument mereka adalah mengenai “Isa memberikan pengetahuan tentang kiamat” yang merupakan terjemahan dari kata “La ‘Ilmun Lissa’ati”. Kata tersebut bermakna memberi pengetahuan (bukan mengetahui) tentang kiamat alam semesta. Nabi muhaamd dalam berbagai hadisnya juga sering memeberikan pengetahuan tentang kiamat, seperti bagaimana tanda-tanda kiamat, bagaimana posisi umat Islam tentang kiamat dan sebagainya. Tetapi umat Islam tidak pernah sekalipun menuhankan nabi Muhammad karena dia memberi ilmu (pengetahuan) tentang kiamat. Sebaliknya menurut Injil, Yesus pun tak mengetahu kapan kiamat itu. Kita bisa simak ayat berikut:

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36).

Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja." (Markus 13:32)

Yesus sebagai “Anak Tuhan” dan Allah menurut Kristen saja tidak mengetahui kapan “latter day” atau kiamat itu datang, sekarang menjadi lucu adalah di dalam Injilsaja tidak ditemukan tentang hal itu, sekarang mereka malah mencari pembenaran di dalam Al Quran tentang hal itu. Kami sarankan agar jika para penginjil ingin menyerang umat islam dan Al Qura, sebaiknya belajar baasa Arab dan ilmu-ilmu tafsir yang memadai agar tidak disebut sebagai “Jahil Murokkab”. Karena sangat fatal jika memutilasi ayat-ayat seperti model-model Hamran Ambrie, Suradi ben Avraham, Jansen Litik, serta Amos Poernama Winangun.

Artikel: Penggunaan Al Quran dalam Pelayanan” dapat dilihat pada link: http://sabda.org/lead/_doc/penggunaan_alquran.doc secara gratis pada sub domain dari website resmi SABDA.org

by : Aris Hardinanto

NB:
Segera save atau simpan screenshot web tersebut sebelum di hapus oleh adminnya, banyak kasus setelah ada yang "menggerayangi" web hujat Islam tersebut, biasanya oleh adminnya langsung di hapus (http://sabda.org/lead/_doc/penggunaan_alquran.doc)

artikel ini juga di muat pada:
1. http://timfakta.swaramuslim.com/more.php?id=44_0_1_0_M
2. http://swaramuslim.com/fakta/more.php?id=5900_0_16_0_M
Read More

Fitnah dari Filem Fitna

Pencerahan Terhadap "Fitna"

Cukup unik dan berani memang ulah politisi Belanda yang satu ini. Tanpa latar belakang pendidikan cinematografi dan kode etik jurnalistik politisi Belanda yang satu nekat meluncurkan sebuah film yang menurut saya kurang relijius. Geert Wilders, yang hobinya ngejar cewek, sang politisi Belanda tersebut telah meluncurkan sebuah film anti Islam berdurasi 16 menit 48 detik di sebuah situs di dunia Internet. Menurut saya pribadi film itu hanya merupakan sebuah ketakutan akan kalahnya kejahatan oleh kebenaran nilai-nilai di dalam Islam di negeri Belanda. Bagaimana tidak? Secara jujur di dalam harian ibu kota dirinya mengungkapkan bahwa dirinya takut imigran muslim merubah seluruh tindak tanduk kehidupan di negeri Belanda. Film yang berjudul “Fitna” itu sebenarnya merupakan sebuah Fitnah terhadap Islam karena dengan enteng menyebut Islam sebagai biang terror.

Film yang dimulai dengan mengutip sebuah surat di dalam Al Quran lengkap dengan murrotal nya ini seakan-akan menggambarkan bahwa peristiwa WTC pada 11 September 2001 dan bom yang meledak di dalam terowongan kereta api Madrid merupakan murni ajaran Islam.

Kita bisa simak pencaplokan ayat Quran di dalam film Fitna berikut ini:

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya . (Q.S. Al Anfal ayat 60).

Sayang sang politisi Belanda tersebut tidak membaca konteks ayat 60 surat Al Anfal tersebut, konteks ayat itu di mulai dari ayat 58 surat yang sama. Di dalam surat tersebut di dalamnya dimuat mengenai perihal pengkhianat dalam sebuah komunitas musyrik yang mana orang musyrik tersebut melakukan pengkhianatan. Oleh Allah jika kita khawatir terhadap perngkhianatan itu, maka kita disuruh untuk mengembalikan atau membatalkan terhadapnya, kita bisa simak pada ayat berikut ini:


Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (Q.S. Al Anfal ayat 58).

Tidak ada disebut-sebut dalam ayat itu mengenai pembataian masal seperti dituduhkan pada umat islam. Kita kembali pada konteks ayat 60, pada ayat 60 tersebut ditengahkan suasana ketika di medan perang kita memang harus melawan jika kita sedang ditindas, dan melakukan pembelaan terhdapa diri yang dianiyaya merupakans esuatu yang wajib. Coba kita pikirkan, jika kita tidak melawan pemerintahan penjajah Jepang pada waktu silam, maka dipastikan kita tidak akan merdeka, begitu pula dengan konteks ayat ini. ajaran tempeleng pipi kiri berikan pipi kanan tidak ada sama sekali di dalam ajaran Islam, karena kita harus membela diri kita jika kita di zhalimi oleh orang lain asalakan kita pada golongan yang benar. Penjajahan di Indonesia selama 350 tahun telah di lawan oleh perjuangan santri-santri serta ulama-ulama untuk membela apa yang menjadi haknya. Bung Tomo andaikata tidak melakukan pertempuran 10 November, maka dapat dipastikan Indonesia belum merdeka sampai saat ini.

Politisi Geert Wilders lupa pada ayat selanjutnya, yaitu tentang perdamaian. Sangat disayangkan bahwa Geert Wilders tidak mengutip ayat selanjutnya perihal abitrase dalam peperangan. Kita simak ayat berikut ini:

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Q.S. Al Anfaal 61).

Lihat!, betapa mulaianya ajaran Islam yang mengajarkan perdamaian diatas segala-galanya. Perdamaian di tulis dalam surat diatas sebagai poin utama dan terutama dalam setiap defensive terhadap peperangan. Perdamaian lebih diutamakan dari pada peperangan. Geert Wilders sengaja menghilangkan ayat selanjutnya untuk menambah statemen bahwa Islam mengajarkan sesuatu yang buruk.

Selain ayat diatas Geert Wilders juga mengutip tentang ayat Al Quran perihal siksa dalam neraka pada hari pembalasan kelak. Di dalam surat itu dijelaskan bahwa orang-orang yang mengingkari Allah akan disiksa yaitu kulitnya akan diganti kulit yang lain, kita simak ayat berikut:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An Nisaa’ 56).

Allah telah mengutus sekian nabi untuk membimbing umat manusia pada jalan Allah. Syariat dan Minhaj dari masing-masing nabi tentu berbeda. Tetapi kebanyakan umat manusia telah mengingkari syariat dan jalan yang diridhoinya. Seperti contoh mudah adalah tentang perihal nubuatan Muhammad dalam berbagai kitab-kitab yang pernah diturunkan, di dalam berbagai kitab Samawi eksistensi Muhammad telah di jelaskan dengan gambling, tapi apa yang terjadi kemudian? Nubuatan itu dirubah dan diganti agar kabur maknanya. Jika perbuatan baik itu pastilah menghasilakan buah yang baik, dan perbuatan jahat pastilah menghasilkan buah yang busuk atau tidak layak pakan.

Sekali lagi kita melihat adanya kesalahan pengutipan oleh Geert Wilders ini, ternyata dia hanya sampai pada ayat 56, sehingga seolah-olah umat Islam hanya di gambarkan sebagai neraka saja, padahal balasan terhadap perbuatan baik dapat kita lihat di dalam ayat selanjutnya.


Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang Suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (Q.S. An Nisaa’ 57).

Bagi orang yang menjalankan kebaikan pasti dia akan memperoleh tempat yang merupakan buah dari kebaikannya yaitu amalan sholeh, dan bagi yang mengingkari akan Allah, tentunya buah dari perbuatan buruknya yang akan menemaninya. Dan ajaran ini erupakan ajaran setiap agama di dunia dimana pasti ada baik dan buruk, ada yang beriman dan ada yang kafir, ada wanita ada pria.

Selanjutnya Geert Wilders juga mengutip surat Muhammad ayat 4 berikut:

Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) Maka pukullah leher mereka. sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka Maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (Q.S. Muhammad: 4).

Sepintas jika kita tidak melihat dari ayat pertama surat Muhamad ini, maka kesan yang timbul adalah pembunuhan. Konteks ayat pertama hingga ayat yang dikutip dalam film Fitna sejatinya merupakan konteks pada medan pertempuran (perang) ketika peperangan sedang berkecamuk. Kata “Dhorbarrikob” yang berarti memukul pada leher mereka yang dimaksud dengan ungkapan memukul dengan cara mematikan musuh yang biasanya dengan cara memancung ataupun dengan cara mempercepat kematian padalawan dimaksudkan agar lawan ketika bertempur andaikata berperang dan terluka tidak mengalami sakita yang luar biasa dan juga agar lawan yang terluka tidak terlalu lama menahan kesakitan. Dan hal inipun di bolehkan dalam peperangan apapun baik dalam militer maupun dalam peperangan tempo dulu.

Dalam keadaan peperangan korban tak dapat di hindarkan, jika kita berperang melawan musuh yang zhalim, maka hanya ada dua kemungkinan, pihak yang benar yang wafat atau pihak yang salah yang wafat. Jadi bukan merupakan sebuah alas an jika Islam itu mengajarkan pembunuhan seenaknya tanpa alas an. Dalam kisah nabi-nabi maupun orang-orang yang berperang di dalam kitab-kitab sebelum al Quran juga dijelaskan bagaimana teknik perang tersebut. Dan andaikata itu merupakan sebuah ajaran yang wajib di lakukan, maka dapat dipastikan umat manusia (khususnya Islam) akan habis dari dunia ini karena tidak menjaga perdamaian seperti pada surat Al Anfaal ayat 61yang sudah kita bahasa diatas.

Sebetulnya masih banyak kesalahan dan penafsira yang keluar dari konteksnya oleh Geert Wilders untuk menjustifikasi bahwa Islam itu tidak toleran terhadap agama lain dan kebebasan (freedom). Dalam pembahasan diatas sudah dapat kita lihat bagaimana Geert Wilders dengan seenaknya sendiri merubah-rubah kalimat Allah agar keluar dari konteksnya. Bantahan ini dimaksudkan untuk menanggapi statement Geert Wilders di salah satu surat kabar agar argument di bantah dengan argument, maka sebagai umat islam yang dewasa sudah seharusnya kitamemberi penjelasan terhadap mereka yang belum mengerti agar mereka faham yang sebenarnya. Kita tak perlu melalkukan tindakan anarkis yang dapat merusak nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Quran, kita dapat contoh ketika Nabi Muhammad di Thaif di lempari batu hingga berlumuran darah dan gigi beliau tanggal yang saat itu juga Jibril datang menawarkan option kesediaanya untuk mengambil gunung dan melemparnya pada penduduk Thaif; tetapi apa jawab Nabi SAW, Ya Jibril mereka belum mengerti, dan aku akan meminta kepada Allah agar keturunan mereka kelak akan berjuang di jalan Allah.

Wallahu a’lam bi showab.

Link yang memuat artikel ini: http://swaramuslim.com/more.php?id=5921_0_15_0_M
Read More